Halaman

Senin, 14 Mei 2012

Subsistem akuakultur



Komponen akuakultur merupakan komponen pokok dalam akuaponik. Komponen akuakultur terdiri dari kolam/bak, ikan dan air.

Kolam atau bak bisa terbuat dari bak plastik, fiberglas, kolam terpal atau kolam tanah. Yang perlu diperhatikan adalah bahwa kolam/bak tidak boleh bocor dan bahan yang digunakan tidak berbahaya bagi ikan dan tanaman. Bentuk dan ukurannya bebas Yang penting mudah dalam melakukan perawatan dan penanganannya.

Air merupakan komponen yang penting karena merupakan tempat hidup ikan dan diperlukan oleh tanaman. Kondisi air perlu selalu dimonitor kondisinya yang meliputi kadar oksigen, pH, suhu, kekeruhan, kadar amonia, nitrit dan nitrat Jika salah satu parameter tersebur tidak sesuai dengan yang seharusnya harus segera siperbaiki.

Ikan yang dapaat dibudidayakan dalam akuaponik tidak terbatas jenisnya. Baik ikan hias maupun ikan konsumsi bisa dipakai. Hanya saja sebaiknya dipilih yang toleran terhadap kualitas air yang buruk. Ikan  yang paling sering dipakai adalah ikan nila atau ikan lele.

Pada prinsipnya perawatan ikan dalam aquaponik sama dengan budidaya ikan konvensional.

Komponen akuaponik



Secara garis besar komponen dasar akuaponik terdiri dari 4 komponen yaitu komponen akuakultur, komponen hidroponik, sistem perpipaan dan pompa. Komponen tersebut dengan kreatifitas dapat dikembangkan menjadi sistem aquaponik yang tak terbatas macamnya.

Cara kerja Aquaponics



Cara kerja sistem akuaponik meniru daur ulang bahan organik yang terjadi di alam. Air dalam sistem akuakultur adalah air yang dikotori oleh kotoran ikan dan sisa pakan.  Kotoran ikan terutama mengandung amonia yang beracun bagi ikan. Pakan  ikan yang tidak termakan juga akan terurai menjadi amonia dan senyawa lainnya. Air kotor ini kemudian dialirkan ke dalam sistem hidroponik.

Dalam sistem hidroponik, terjadi 3 proses yaitu penyaringan kotoran padat, biofiltrasi dan penyerapan unsur hara oleh tanaman.

Penyaringan kotoran padat dalam sistem akuaponik  nft dan sistem akuaponik DWC harus menggunakan alat tersendiri yang berupa bak pengendapan atau saringan. Sementara dalam sistem akuaponik ebb & flow media tanam juga berfungsi sebagai biafilter. Kotoran padat ini kemudian akan terurai menjadi unsur yang lebih sederhana atau dibuang.

Biofiltrasi terutama berfungsi untuk  mengubah amonia  menjadi nitrit oleh bakteri nitrosomonas dan kemudian diubah menjadi nitrat oleh bakteri nitrobakter.

Nitrat, amonia, dan unsur  yang lain dipergunakan oleh tanaman. Air kemudian dialirkan kembali ke sistem aquakultur dalam keadaan bersih sehingga baik untuk pertumbuhan ikan.